Paguyuban Filmmaker Jogja selenggarakan Workshop untuk Insan Perfilman

  • Whatsapp

Dunia perfilman di tanah air berkembang cukup pesat, tak terkecuali di Yogyakarta. Terbukti banyak film yang dihasilkan dari beberapa rumah produksi di Kota Gudeg. Proses produksi film tidak hanya melibatkan aktor atau aktris saja tetapi  juga sangat berkaitan dengan dunia teknologi. Perkembangan produksi film sendiri dipengaruhi oleh kemajuan teknologi.

film making
raindance.org

Karena pentingnya teknologi,  orang-orang yang terlibat di dunia perfilman perlu melakukan upgrading. Pemikiran  ini disadari benar oleh  Paguyuban Filmmaker Jogja (PFJ).  Dengan menggandeng Focuseducation, FPJ menggelar Digital Filmmaking Workshop di Studio Audio Visual Yogyakarta pada tanggal 9-10 Maret 2016.

Workshop ini diikuti oleh 35 peserta yang merupakan orang-orang perfilman yang mengurusi permasalahn teknis seperti cameraman, asisten cameraman, pengolah data digital dan penata cahaya. Semua peserta merupakan warga asli Yogyakarta.

Pada hari pertama workshop, peserta dari Paguyuban Filmmaker Jogja diberi materi mengenai video dan pemateri menjelaskan video mana saja yang menggunakan dslr, iphone dan redcam. Selain itu, dibahas pula sistem operasi redcam, workflow plan hingga proses transfer serta editing.

Unay, selaku pemateri merasa sangat senang karena para peserta mengikuti workshop dengan  antusias. Unay berpesan kepada para peserta agar tidak minder dengan kecanggihan teknologi dan tetap mengikuti perkembangannya sesuai dengan kreativitas.

Sementara pemateri yang lain yaitu Robin lebih banyak mendengarkan pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta. Ternyata banyak pertanyaan yang belum terpikirkan olehnya. Menurutnya, harus ada penemuan-penemuan yang lebih baru lagi mengenai alat maupun teknis.

Teknologi digital ini berperan dalam produksi film baik secara kuantitas maupun kualitas.Dengan banyaknya jumlah sineas asli Yogyakarta yang berkarya di bidang perfilman, workshop ini dinilai mampu meningkatkan skill SDM yang bersangkutan. Tidak hanya itu, seksi film Dinas Kebudayaan DIY juga mendukung workshop yang dilakukan selama 2 hari tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *