Persiapan Lari Jarak Pendek

Perhatikan start lari dalam jarak yang dekat bila kamu tidak pernah olahraga. Satu ungkapan yang terus terngiang dari salah seorang kawan dimana persiapan lari jarak pendek justru membutuhkan persiapan lebih matang.

persiapan lari jarak pendek
pixabay.com

Apalagi olahraga lari jarak pendek dimana kita memiliki kecenderungan untuk memaksakan potensi yang ada. Alhasil lari yang hanya dalam hitungan detik ini justru potensi akan cedera.

Tak ingin itu terjadi maka perhatikan sejumlah ketentuan untuk memastikan seluruh fungsi organ tubuh bekerja dengan baik. Terutama fungsi kaki-kaki yang akan menopang tubuh.

Olahraga Lari yang Murah Meriah

Kegiatan ini adalah salah satu olahraga paling murah. Dimana tanpa alat pun sebenarnya sudah bisa dilakukan. Bahkan tak jarang atlet yang bermula tanpa alas kaki.

Dalam olahraga lari kita sering mendengar istilah lari jarak pendek dan lari jarak panjang. Dalam olahraga lari jarak pendek biasanya ditandai dengan durasi waktu yang sangat cepat.

Lari jarak pendek ini biasanya hanya menggunakan jarak 100 meter yang juga biasa disebut dengan sprint. Dimana biasanya akan diselesaikan dalam hitungan detik. Untuk memenangkan pertandingan dibutuhkan kekuatan dan kecepatan kaki.

Berbeda dengan lari jarak jauh yang biasanya ditandai dengan jarak yang sangat jauh dan waktu yang cukup panjang. Bahkan ada lari jarak jauh (maraton) yang jaraknya mencapai 42 kilometer.

Olahraga murah meriah ini terbukti ampuh meningkatkan imunitas. Terlebih saat ini dimana pandemi belum berakhir dan kesehatan tubuh menjadi satu hal paling penting.

Dengan tubuh yang prima pastinya kita bisa beraktifitas dengan baik. Tak perlu ada rasa takut berlebih meski kondisi serba ketidakpastian.

Baca juga: 5 Rute Wisata Sepeda Jogja

Persiapan Lari Jarak Pendek

Persiapan ini dibutuhkan untuk memastikan kegiatan lari jarak pendek berjalan dengan optimal. Jangan sampai niat awal untuk lebih sehat berujung petaka dan harus mendapat sejumlah perawatan.

Berikut persiapan olahraga lari jarak pendek yang harus diperhatikan:

1. Lakukan Peregangan

Olahraga lari pastinya membutuhkan peregangan. Tidak perlu lama-lama selama kegiatan tersebut efektif.

Tujuannya untuk menjaga tubuh, khususnya kaki dari hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam olahraga yang namanya cedera khususnya kram dan terkilir itu bisa saja terjadi khususnya mereka yang tidak melakukan pemanasan.

Khusus pada sprint atau lari jarak pendek, bagian yang paling banyak membutuhkan peregangan adalah bagian kaki mulai dari tungkai, betis, pergelangan kaki dan paha.

2. Lakukan Pemanasan

Setelah peregangan maka jangan lupa lakukan pemanasan. Bagi sebagian orang bisa jadi kegiatan ini di anggap sama tapi dalam praktiknya berbeda.

Peregangan adalah satu upaya untuk meregangkan otot sebelum beraktifitas. Sementara itu pemanasan adalah upaya melatih otot agar lebih siap melakukan olahraga.

Pemanasan dalam olahraga lari pastinya lari juga, hanya saja dalam bentuk real tidak ada pemaksaan pada titik tertinggi. Lari sebisa mungkin hanya untuk menyiapkan kaki agar lebih siap dipacu.

3. Jangan Makan Sesaat Sebelum Lari

Pastikan sesaat sebelum lari tidak makan agar perut tidak merasa mual. Mungkin bisa saja menahan selama berjalannya perlombaan. Namun besar kemungkinan makanan itu akan muntah usai sprint.

Kalau saja membutuhkan energi sebelum lari maka kurma adalah pilihan terbaik. Dimana buah ini tidak bikin kenyang tapi memiliki energi yang sangat banyak.

4. Pilih Sepatu Paling Nyaman

Saat ini olahraga lari juga menjadi bagian dari gaya hidup. Tak jarang mereka pun akan investasi untuk membeli sepatu terbaik.

Dikatakan terbaik ini bukan berarti memiliki harga yang mahal tapi lebih memberi rasa nyaman. Namun faktanya lari bukan hanya soal gaya semata lebih dari itu akan melindungi kaki dari benda berbahaya.

5. Pilih Baju yang Nyaman

Seringkali kita melihat mereka yang memiliki hobi lari mengenakan baju yang atraktif. Sebenarnya itu boleh saja tapi lebih dari itu baju dikenakan juga harus nyaman.

Jangan sampai salah pilih kostum dan akhirnya kegiatan lari tidak optimal. Kini ada banyak pilihan baju yang bisa dipilih sesuai dengan selera.

6. Rajin Konsumsi Susu untuk Tulang

Tak ingin bermasalah dengan tulang maka jangan lupa untuk rajin mengkonsumsi susu yang mendukung tulang tetap prima. Terlebih bagi mereka yang usianya sudah tidak muda lagi.

Susu yang tepat akan membantu siapa saja untuk tetap beraktifitas dengan prima. Tak terkecuali untuk menuntaskan hasrat lari jarak pendek maupun lari jarak jauh.

Bila beberapa hal diatas diperhatikan maka setidaknya kegiatan ini akan menjadi satu yang menyenangkan. Jangan lupa ajak yang lain untuk menekuni olahraga paling tua di jagat raya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *