Sego Thiwul Sambel Gereh Kuliner Jadul yang Masih Bisa Ditemukan

  • Whatsapp

Berkunjung ke Jogja tak lengkap rasanya tanpa berburu yang unik. Saat kamu menginjakkan kaki di Sewon Bantul ada baiknya mencicipi kuliner sego thiwul.

sego thiwul
instagram.com/warung_pojok_kampung

Betul mamang thiwul itu identik kuliner Wonogiri tapi bagi sebagian orang kuliner ini identik Jogja banget. Disajikan dengan mengkombinasikan citarasa Lampung ternyata menghasilkan menu yang kian menggoda.

Thiwul sendiri saat ini pun bisa dikemas dengan berbagai olahan. Beruntungnya orang Jogja itu dikenal cukup kreatif sehingga bisa menghasilkan olahan lainnya.

Untuk mendapatkan sego thiwul ini kamu bisa berkunjung ke Warung Pojok Kampung yang lebih dikenal dengan Rupoka. Disini thiwul yang biasanya disantap bareng gatot akan digantikan dengan sambel gereh atau ikan asin.

Satu perpaduan yang istimewa dimana keduanya adalah kuliner tempo dulu. Namun kamu bisa juga memilih lauk lain karena memang warung kuliner ini menyediakan aneka olahan.

Warna yang tersaji pun kian menarik karena ada perpaduan warna cokelat dari thiwul yang begitu khas dan putih dari beras. Terlebih disantap saat masih hangat pada siang hari.

View yang ditawarkan dari rumah makan ini juga cukup menarik dengan nuansa outdoor yang di dominasi dengan hijaunya pepohonan. Terlebih saat malam tiba, pencahayaan yang terbatas kian menambah kesan romantis.

Sambel gereh semakin menguatkan rasa karena ada rasa asin, pedas dan gurih. Warnanya kian kuat karena menggunakan lombok hijau.

Bagi yang pernah menikmati thiwul Gunungkidul mungkin akan menemukan rasa yang berbeda. Kedua bahan tersebut ternyata didatangkan langsung dari Lampung.

Rumah makan yang berada di Tarudan Wetan, Sewon, Bantul ini ternyata tak hanya menyajikan nasi thiwul. Masih ada menu lain semisal soto, ingkung dan aneka ikan air tawar.

Agar lebih nendang untuk minumya jangan lupa mencoba teh poci atau kopi rempah. Sementara itu sembari menunggu hidangan utama bisa memasan pisang bakar.

Rasa khas Indonesia mungkin itu konsep yang coba digagas si pemilik. Adanya gazebo tentu memberi kesan lebih karena bisa digunakan untuk beberapa orang tanpa bersinggungan dengan tamu yang lain.

Rumah makan ini buka mulai pukul 9 pagi hingga 11 malam. Jadi bila memang ada rencana berkunjung tidak perlu buru-buru.

Untuk harga tentu masih ramah kantong. Untuk menikmati sego thiwul kamu cukup merogoh beberapa lembar uang Rp 2 ribuan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *