Tetenger Gempa Bantul Dibangun Pada Epicentrum Gempa

  • Whatsapp

Publik Jogja, khususnya warga Bantul tentu tak akan lupa dengan peristiwa 10 tahun yang lalu. Tepatnya pada Sabtu pagi, 27 Mei 2006 dimana ribuan warga Bantul meninggal akibat gempa dahsyat berkekuatan 5.9 SR yang meluluhlantakkan seluruh bangunan yang ada.

tetenger gempa jogja
rappler.com

Kini, ditempat yang diduga sebagai episentrum atau pusat gempa telah dibangun monumen peringatan atau tetenger gempa. Tujuannya tentu saja untuk mengingatkan anak cucu kelak bahwa pada jaman dulu di Bantul ada peristiwa memilukan.

Monumen atau tetenger ini berada di Dusun Potrobayan, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Bantul. Batu besar sebagai prasasti dipilih batu andesit dari Gunung Merapi.

Perlu diketahui bahwa Dusun Potrobayan merupakan tempat pertemuan dua sungai besar. Tempuran sungai Opak dan Oya ini jaraknya sekitar 350 meter dari lokasi tetenger gempa.

Berdasar catatan yang ada gempa yang terjadi pada pukul 05.53 WIB ini juga dirasakan hingga Jawa Timur. Tak kurang dari 6.000 jiwa tak tertolong yang mayoritas warga Bantul, selebihnya ada warga Klaten, Jogja dan Sleman serta dari beberapa wilayah sekitarnya.

Sebelum peresmian tetenger gempa ini juga dilakukan doa bersama dan renungan. Semoga ke depan tidak ada lagi peristiwa serupa yang merenggut banyak korban jiwa.

Dalam peresmiannya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X akan hadir untuk membubuhkan tanda tangan pada prasasti. Selain itu juga akan dihadiri dari pejabat terkait dan Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *