Tongseng Codot, Bajing dan Burung Emprit

  • Whatsapp

Codot dan Bajing ternyata menjadi kuliner alternative bagi siapa saja yang ingin uji nyali di Jogja. Tepatnya warung makan ini ada di Jalan Bantul Km 5.5, Yogyakarta.

tongseng-emprit
sportourism.id

Menu ini banyak dicari para petualang ekstrim dan mereka yang percaya bahwa codot dan bajing bisa digunakan sebagai obat alternative. Tongseng codot diyakini mampu menyembuhkan penyakit asma sedang bajing mampu menyembuhkan tekanan darah tinggi.

Kuliner ini hadir secara tidak sengaja disaat suami Romiyati yang gemar berburu codot dan bajing yang suka memakan hasil kebun tetangga. Codot adalah sejenis kelelawar tapi hanya memakan aneka macam buah. Sedang bajing ada yang mengenalnya dengan sebutan tupai.

Setelah di ujicobakan tongseng berbahan extrim tersebut banyak disuka pembeli. Tak perlu promosi kuliner unik ini pun menyebar ke berbagai wilayah.

Dulu untuk bahan baku cukup berburu sendiri, tapi seiring peningkatan jumlah pembeli maka Romiyati harus membeli bahan baku dari pemburu yang berasal dari Gunung Kidul.

Harganya pun relative masih murah meriah setara dengan pengalaman yang ditawarkan. Perlu diingat karena sifatnya ekstrim maka bentuknya pun mungkin akan sedikit ekstrim.

Cara memasak dan bumbu yang digunakan pun hampir sama seperti bumbu tongseng pada umumnya. Hanya saja karena bahan yang digunakan berbeda (bukan kambing atau sapi) tentu saja rasanya akan berbeda pula.

Tapi jangan kuatir soal rasa bisa di adu. Terlebih bumbu yang digunakan adalah bumbu rempah yang masih alami. Di kerjakan secara manual jadi benar-benar tanpa bahan kimia dan bahan pengawet.

Namun bagi yang ingin mengurangi tingkat keekstrimannya bisa mencoba yang tongseng burung emprit. Burung kecil ini sangat mudah ditemukan dipersawahan, terutama saat musim panen padi karena dianggap sebagai hama.

Burung Emprit dipercaya mampu mengembalikan stamina yang lemah. Selain itu konon mampu menyembuhan penyakit asam urat bila dikonsumsi secara teratur.

Untuk menikmatinya disarankan datang pada sore atau malam hari. Warung kuliner extrim ini baru melayani pembeli setelah pukul 15.00 WIB dan biasanya akan tutup pukul 22.00 WIB karena dagangan telah habis.

Dengan berbagai menu ekstrim diatas masih kurang. Ada baiknya kamu coba biawak dan ular atau jangkrik. Oh ya jangan lupa nikmati kuliner belalang goreng yang termasyuhur dai Gunungkidul.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *