Uniknya Layang-Layang Mataraman Khas Jogja

  • Whatsapp

Saat ini bisa jadi bermain layang-layang adalah kegiatan paling populer setelah bersepeda. Fakta tak terbantahkan itu terlihat jelas kala sore di tiap tanah lapang terdapat mereka yang bermain layang-layang. Khusus saat kamu ada di Jogja maka akan dapati layang-layang Mataraman.

layang-layang mataraman
warta.jogjakota.go.id

Dikatakan demikian karena memang layang-layang yang ada menggunakan gaya atau motif Mataraman. Wajar kemudian bila layang-layang ini banyak peminatnya karena memiliki motif yang berbeda dengan layang-layang pada umumnya.

Layang-layang ini juga sangat murah. Cukup merogoh kocek mulai dari Rp 2.500,- hingga Rp 8.000,- maka kamu sudah bisa mendapatkannya.

Ide kreatif untuk membuat layang-layang unik ini digagas Daengan Kite Fighter yang digawangi Aditya Pradana. Bekerja sama dengan belasan warga RW 09, Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Jogja mereka memproduksi layang-layang ini.

Peminat layang-layang Mataraman ini tak hanya warga Jogja dan sekitarnya. Tak jarang mereka berasal dari luar kota seperti Jakarta, Kalimantan dan Sulawesi melakukan pemesanan.

Setiap layang-layang yang mereka produksi terdapat simbol atau filosofi menarik. Barang ini tentu bisa jadi oleh-oleh saat berkunjung ke Jogja untuk kemudian dipajang.

Motif paling banyak diminati pembeli adalah Kalungan dan Jalak Uren. Motif Jalak Uren sendiri menggambarkan kisah para prajurit Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Menurut Aditya motif layang-layang gaya Mataraman sudah ada sejak zaman dulu. Hanya saja saat ini mungkin tidak populer, oleh karena itu ia bersama rekan-rekannya mempopulerkan kembali layang-layang bermotif ini.

Motif dari layang-layang gaya Mataraman ini lebih dari 30. Hanya saja pria ini mengaku memilih memproduksi beberapa motif saja.

Komitmen kenapa memilih gaya ini ternyata untuk lebih memperkenalkan bahwa layang-layang dari Jogja itu khas dan beda dengan yang lain. Sepintas melihat, orang akan langsung tahu bila ini berasal dari Jogja.

Dalam satu hari setidaknya industri kreatif ini mampu memproduksi layang-layang dari 300 hingga 400 buah. Dan angka tersebut tentu akan terus bertambah mengingat cuaca panas mendukung untuk menerbangkan layang-layang.

Tak hanya anak-anak, mereka yang remaja, dewasa dan tua pun ingin ambil bagian untuk menerbangkan layang-layang. Kamu pun bila tertarik jangan ragu untuk mencobanya.

Layang-layang sebagai industri rumah tangga sedikit banyak menolong ekonomi masyarakat setempat. Pekerjaan yang membutuhkan ketelatenan ini bisa di bawa pulang para ibu-ibu. Mereka tetap masih bekerja sembari mengasuh anak-anak mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *