Bendhung Lepen Kampung Mrican, Dulu Kumuh Kini Apik

  • Whatsapp

Tak ada yang tak mungkin selama masih ada keinginan untuk berubah. Hal ini pula yang nampak dari Bendhung Lepen, satu kawasan yang dulu terkenal kumuh tapi kini menjadi destinasi wisata yang banyak dicari.

Bendhung Lepen Kampung Mrican
instagram.com/Bendhung_Lepen

Menyuguhkan pengalaman tak biasa dengan interaksi langsung bersama sejumlah ikan nila dalam sungai yang begitu jernih tentu memberi pengalaman yang berbeda. Khususnya bagi masyarakat perkotaan yang mana biasanya aliran sungai mereka telah terkontaminasi dan keruh.

Berkunjung ke Bendhung Lepen mungkin kita tak akan pernah menduga bila aliran sungai yang begitu menentramkan ini membelah Kota Jogja. Untuk menuju tempat ini juga sangat mudah karena lokasinya ada di pusat kota, tepatnya ada di Kampung Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Kota Jogja.

Baca juga: Belasan Kampung Wisata di Yogyakarta Unjuk Gigi di Benteng Vredeburg

Berawal dari Regulasi Ruang Terbuka Hijau

Usut punya usut, berubahnya kawasan ini bermula dari kebijakan Pemerintah Kota Jogja dimana sejumlah wilayah harus miliki Ruang Terbuka Hijau (RTH). Tak terkecuali Mrican dimana selanjutnya pemkot membenahi tebing yang ada di area sekitar.

Tak hanya itu saja, agar warga betah berlama-lama di tempat ini maka dibangun gazebo. Warga yang terbiasa menghabiskan waktu sore di tempat ini merasa risih bila duduk melihat aliran sungai yang kotor. Apalagi pada zaman dulu kotoran pun bisa melewati aliran sungai ini.

Agar tempat menjadi nyaman maka warga kampung bersama pemuda setempat dan Karang Taruna Kampung Mrican kemudian melakukan kerja bakti. Selokan dibersihkan hingga dasar aliran sungai untuk memastikan sampah tidak ada yang tersisa.

Pada awalnya mereka hanya membersihkan selokan sepanjang 50 meter. Tapi tak lama kemudian ditambah 30 meter dan kini mereka memiliki aliran sungai sepanjang 80 meter.

Memiliki aliran sungai yang cukup jernih ternyata belum membuat mereka puas. Dan kemudian muncul ide dari salah seorang warga untuk menebar benih ikan nila.

Kali pertama ikan nila yang ditebar sebanyak 25 kilogram. Tak perlu waktu lama dan terlihat ada hasil yang positif maka jumlah ikan ditambah 125 kilogram.

Langkah menebar ikan hingga ratusan kilo ini tak berhenti karena mereka juga melakukan sejumlah perbaikan untuk mempercantik sekitar aliran sungai. Tujuannya untuk membuat siapa saja makin betah berlama-lama di Ruang Terbuka Hijau ini.

Baca juga: Paket Wisata Keliling Kampung di Kota Jogja

Viral Berkat Sosial Media

Beruntung kiranya kita hidup di era digital. Semua yang unik, menarik, beda dan pertama akan lebih mudah untuk viral.

Tak perlu waktu lama, masyarakat di luar Kampung Mrican pun penasaran dan berbondong-bondong untuk melihat lebih dekat kampung yang dulu kumuh kini menjadi kampung yang asri nan apik.

Kamu bila penasaran dan ingin melihat silakan kunjungi instagram mereka di @bendhung_lepen. Seusai itu silakan datang langsung.

Saat ini untuk datang ke destinasi wisata ini kamu belum dikenakan biaya. Cukup bayar parkir seiklasnya dan bila ingin bermain dengan ikan cukup bayar Rp 2 ribu untuk ditukar pelet atau pakan ikan.

Jangan lupa ajak seluruh anggota keluarga dan nikmati keseruan bersama di Bendhung Lepen Kampung Mrican.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *