Kesehatan Mental Kian Terasa Bersama Lokita

“Jamane jaman edan”, itu mungkin anggapan bagi sebagian orang yang telah skeptis dengan apa yang ada saat ini. Di mana rasa pesimistis justru yang lebih dominan daripada optimistis dalam menghadapi kehidupan.

minuman coklat lokita
dok lokita

Terutama pada anak remaja, di mana dengan mudah kita temukan kasus bullying. Berita tentang kekerasan antar remaja bukan hal aneh untuk kita temukan.

Tak ingin hal itu terjadi, tentu butuh sinergi semua pihak. Untuk dikatakan sehat tidak cukup hanya tentang fisik semata. Lebih dari itu tentu juga berkaitan dengan mental health.

Benar tiap orang bisa jadi akan miliki masalah yang berbeda-beda. Dari anak itu duduk di bangku SD, SMP, SMA hingga menyandang status mahasiswa. Tak jarang pula mereka yang telah cukup dewasa pun tidak bisa melakukan kontrol atas diri masing-masing.

Sadari Akan Pentingnya Kesehatan Mental

coklat untuk jaga kesehatan mental
tribunnews.com

Lokita sebagai salah satu brand minuman pun tahu akan pentingnya sebuah kesehatan mental. Kehadirannya tidak saja hanya suguhkan minuman enak yang bisa dinikmati siapa saja kapan saja.

Lebih dari itu Lokita juga ingin memberikan edukasi bagi seluruh masyarakat. Kini saatnya masing-masing individu sadar akan pentingnya kesehatan mental.

Jangan terlalu berharap pada orang lain. Namun saatnya untuk menentukan sikap bahwa tiap individu bertanggung jawab atas mental health dalam dirinya sendiri.

Ingat, kesehatan mental akan berpengaruh pada tingkat produktivitas. Mereka yang cenderung sakit secara mental miliki kecenderungan produktivitas rendah.

Hal ini setidaknya mengemuka dalam seminar yang di selenggarakan Lokita beberapa waktu lalu. Bersama dengan dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) dan rumah layanan psikolog Sinergi Purworejo beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut juga hadir salah satu influencer dari Purworejo yang pernah mengalami gangguan kesehatan mental.

Praditha Artha Incentia, M.Psi, Psikolog dari Sinergi menegaskan bahwa untuk seseorang bisa dikatakan sehat kini tidak cukup hanya sehat secara fisik saja. Lebih dari itu juga harus sehat secara mental.

Paling penting adalah bagaimana mereka kemudian menemukan solusi terbaik. Bukan justru menutup diri atau mungkin malah menyakiti diri sendiri untuk mengalihkan rasa sakit akan mental yang bermasalah.

Baca juga: Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental

Coklat Bisa Bikin Bahagia

Tanpa disadari mereka yang hobi mengonsumsi atau minum minuman yang terbuat dari coklat cenderung akan lebih bahagia. Hal ini tak lepas dari kandungan baik yang ada di dalam coklat.

Bila tidak percaya mungkin saat mood kurang baik untuk menikmati coklat. Bisa berupa coklat batangan atau Lokita.

Atau bisa juga memperhatikan orang-orang yang ada di sekitar. Mereka yang rajin mengonsumsi coklat akan lebih bisa mengontrol emosi dan menikmati coklat.

Lokita Sebagai Obat Stres Paling Mudah

lokita
dok lokita

Tak ingin stres terus berlanjut hingga menjadi satu penyakit mental maka kini saatnya tangkal dengan cara mudah dan sederhana. Cukup dengan menikmati Lokita maka stres itu akan sirna.

Terlebih saat ini, sejak berdiri pada Desember 2020, Lokita berkembang sangat pesat. Di mana gerai-gerai sudah bisa ditemukan di kota-kota besar di tanah air. Saat ini setidaknya telah ada 300 gerai yang siap manjakan pecinta coklat.

Tidak hanya itu saja, tapi kini Lokita telah miliki banyak pilihan varian rasa. Jadi apapun favorit kamu akan bisa ditemukan di tempat ini. Bukan hanya minuman coklat saja tapi juga akan ditemukan varian unik dengan adanya kombinasi dengan teh, kopi, keju dan aneka buah lainnya.

Soal harga pun relatif lebih banyak pilihan. Yang mana produk minuman ini tersedia mulai harga Rp 5.000,- sampai dengan Rp 15.000,-.

Nury Pujiati Asturik selaku Owner Lokita merasa bahwa kesehatan mental menjadi isu serius yang harus disikapi dengan bijak. Hal ini juga didapat dari banyaknya DM yang masuk ke instagram @Lokita.Indonesia.

Mereka bercerita tentang hal-hal yang tidak beres seperti adanya bullying, rasa tidak aman, tidak percaya diri, pelecehan seksual hingga ada juga yang didiskriminasi meski dalam lingkungan terkecil yakni keluarga.

Orang-orang ini tentunya adalah orang dengan gangguan mental. Meski pada awal tidak besar tapi bila tidak diobati akan kian parah.

Sebagai bentuk komitmen Lokita akan rasa peduli tentang kesehatan mental maka mereka menggandeng psikolog untuk menemukan solusi. Ada yang bisa konsul gratis dengan psikolog dan ada pula yang bisa mengikuti sharing session tentang pentingnya kesehatan mental.

Lokita, melalui program atau kampanye, “Mental Sehat itu Penting,” mengajak semua pihak untuk lebih peduli dalam menjaga kesehatan mental. Dan kamu, bila belum bergabung saatnya ikut andil sekarang juga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan