Mengenal Hari Suci Waisak Lebih Dalam

  • Whatsapp

Kurang dari seminggu, Candi Borobudur akan dipenuhi ribuan orang dari berbagai belahan penjuru dunia untuk merayakan hari suci Waisak pada tanggal 22 Mei 2016. Vesak atau yang kita kenal dengan Waisak merupakan 3 hari suci atau Trisuci Waisak.

lampion waisak
istockphoto.com

Hari dimana umat Budha memperingati lahirnya Pangeran Siddharta pada tahun 623 sebelum masehi. Penerangan agung kepada Pangeran Siddharta pada tahun 588 sebelum masehi dan meninggalnya Buddha Gautama pada tahun 543 sebelum masehi.

Waisak yang sudah khas dengan acara pelepasan lampion akan dilaksanakan pada dini hari tanggal 22 Mei 2016 sebanyak 500 lampion.

Rangkaian acara Waisak ini dimulai dengan bakti sosial, pengobatan gratis di pelataran Taman Lumbini, komplek Candi Borobudur. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan air berkat dari sumber air Umbul Jumprit yang terletak di Temanggung, Jawa Tengah.

Makna dari “air berkat” ini merupakan air mengalir kebawah yang melambangkan kerenadahan hati yang menyejukan bagi kehidupan spiritual manusia. Dibarengi dengan pengambilan api abadi dari Merapen yang terletak di kabupaten Grobogan yang akan disemayamkan di Candi Mendut.

Api abadi dari Merapen ini menyimbolkan pencahayaan dari kegelapan seperti peristiwa penerangan yang datang kepada pangeran Siddharta pada usianya yang ke 35.

Kemudian, pelepasan 5000 lampion pertama yang menjadi lambang pengharapan yang disertakan dengan doa-doa para pezarah untuk dirinya, keluarga dan negara. Pada hari terakhir, dini hari setelah pelepasan lampion 1, dilanjutkan dengan rangkaian acara yaitu doa-doa khusus, meditasi, dan pemberkataan dengan melantunkan lagu Malam Suci Waisak.

Baca juga: Menoreh Night Festival

Setelah semua ritual dilaksanakan, barulah pelepasan lampion ke 2 yang berjumlah 500 lampion dan sekaligus menjadi puncak acara. Sebelum pelepasan lampion, juga ada ritual khusus yaitu Pradaksina dimana semua umat Buddha mengelilingi Candi Borobudur sebanyak 3 kali.

Pelaksanaan Waisak telah dipusatkan di Borobudur, Indonesia oleh WFB, sehingga tak heran Borobudur menjadi salah satu tujuan pada pemeluk agama Buddha untuk melaksanakan perayaan Hari Suci Waisak. Perayaan Waisak juga selalu dilaksanakan pada purnama pertama di bulan Mei.

Biasanya pada hari raya Waisak para umat berbondong-bondong pergi menuju wihara masing masing untuk bermeditasi dan berdoa mengingat kembali ajaran sang Buddha. Mereka mengenal dengan istilah Pancasila Buddhis yang berisi 5 larangan yaitu : menghindari pembubuhan kepada semua makhluk hidup, mencuri, berbohong, berbuat asusila, dan mabuk.

Selain itu Waisak juga dimaknai sebagai mengembangkan lagi cinta kasih kepada semua makhluk, dengan memberikan bantuan kepada fakir miskin atau sering juga didapati pelepasan butung atau hewan. Penghargaan terhadap lingkungan, dan perenungan akan hidup.

Pada intinya, Waisak mengajarkan pada diri setiap orang untuk meninggalkan kebencian, senantiasa hidup dalam cinta kasih dan selalu intropeksi terhadap diri sendiri. Seperti yang tertulis dalam Dhammapada “Kebencian tidak akan selesai jika dibalas dengan kebencian, tetapi hanya dengan memaafkan dan cinta kasihlah kebencian akan lenyap.”

Kontributor – Bernadeta

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *