Selokan Mataram Hukum Fisika Yang Terbantahkan

  • Whatsapp

Tak banyak yang menyadari bahwa Selokan Mataram selain untuk menghidupi petani di Jogja juga terkandung seni dan penerapan ilmu fisika yang luar biasa di dalamnya. Seolah hukum fisika tak berlaku dalam aliran kanal yang tak pernah habis ini.

selokan mataram jogja
cahyogya.com

Bila diperhatikan lebih detail maka siapa saja tidak akan menduga kalau saluran sangat ini sangat unik dan mengagumkan. Bagaimana bisa hukum gravitasi tidak berlaku di tempat ini karena selokan mengalir dari barat ke timur.

Keunikan lain akan terlihat saat selokan melintasi Sungai Krasak dimana air akan melewati bawah sungai. Arusnya tetap kuat meski tidak ada pompa yang menaikan air dari bawah ke atas. Sesuatu yang sangat sulit dipecahkan bagi mereka yang menyadarinya.

Keunikan dan kehebatan Selokan Mataram ini juga bisa ditemukan di dusun Ngluwar di dekat hulu selokan. Dimana dibawah desa dibuatkan terowongan untuk melintasi aliran air ini.

Dengan segala keunikan tersebut maka pantas saja kalau selokan mataram dijadikan salah satu landmark terbaik yang harus disusuri kala pagi hari sembari bersepeda ria.

Selain itu masyarakat Jogja meyakini bahwa Selokan Mataram adalah bukti kehebatan dan kecerdikan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dimana pada tahun 1944 banyak tenaga kerja paksa atau romusha dari Jogja yang dibawa keluar Pulau Jawa untuk membangun sarana transportasi dan pertanian.

Oleh karena itu agar para romusha tidak jauh dari keluarga dan memberikan manfaat jangka panjang untuk Jogja maka Sri Sultan melobi Jepang agar para pekerja tetap berada dimana mereka berasal.

Pada masa itu di wilyah Jogja terdapat setidaknya 17 pabrik gula. Agar suplai tebu sebagai bahan utama pembuat gula tersuplai dengan baik maka perlu disediakan saluran irigasi yang akan mengaliri seluruh areal perkebunan tebu.

Bertemunya dua sungai besar yakni Sungai Progo di barat dan Sungai Opak di sebelah timur dipercaya akan meningkatkan kualias hidup di wilayah Sleman. Hal ini karena selokan sepajang 30,8 km dapat digunakan untuk mengairi lahan seluas 15.734 ha.

Selokan Mataram berhulu di selokan Van Der Wijck yang terletak di Dusun Macanan, Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Dan berakhir di Kali Opak yang terletak di daerah Kalasan.

Selain itu rakyat Jogja sangat patuh dengan perintah Sri Sultan. Banyak yang berpendapat bahwa saluran irigasi ini kelak akan bermanfaat untuk anak cucunya. Jadi meskipun mereka bekerja sebagai romusha mereka tidak terlalu berkeberatan.

Sampai saat ini setidaknya Selokan Mataram yang oleh orang Jepang disebut sebagai Kanal Yoshiro telah mengalami dua kali perbaikan. Renovasi pertama terjadi pada 1950 dan yang kedua dilakukan pada 1980.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *