Tips Jitu ala Blogger Hilangkan Bosan Selama Corona

  • Whatsapp

Iseng-iseng ingin menulis apa dan mencoba meminta masukan secara acak via status whatsapp dan kali ini saya dapat tema Tips Jitu Hilangkan Bosan Selama Corona. Ide ini diberikan mas Emriko, yang tak lain rekan saya di tempat bekerja.

abhiraj jurnalistika

Oke sebelum menuju ke tema coba kita flashback sebentar. Wabah Corona yang dulu sempat di anggap enteng kini menjadi satu masalah yang luar biasa. Bagi saya pun demikian bila dulu hanya sering mendengar dan melihat dari televisi tapi kini hampir dari semua ruang gerak.

Hampir setiap saat begitu mudah mendengar kata Corona. Sesuatu yang tak Nampak tapi mampu melumpuhkan ratusan Negara. Di tanah air pun mampu membuat siapa saja berpikir ulang untuk bepergian atau sekedar ketemu orang.

Saya pribadi karena wabah ini kini harus berada di rumah. Tak ada lagi kegiatan yang bisa dikerjakan di kantor karena perusahaan menutup proses rekrutmen. Dan saya bersama rekan-rekan di tim Human Capital Business Partner juga terkena imbasnya.

Tak hanya itu, tim bisnis pun lumpuh. Menjadi masa sulit untuk berjualan karena semua menjadi serba ketidakpastian. Selanjutnya berharap lebih dari peran pemerintah untuk ambil bagian.

Bagaimana mereka mengeluarkan kebijakan untuk menyelesaikan virus yang merengget ribuan nyawa di seluruh dunia ini. Sesuatu yang mungkin belum bisa di temukan teknik penyembuhan instan dengan anti virus.

Selanjutnya kami dan mungkin ratusan ribu atau jutaan pekerja harus memutar otak untuk bertahan hidup. Tak mungkin hanya berdiam diri di rumah karena kebutuhan tak mengenal kata berhenti.

Hanya saja kini bisa memilih dan memilah mana yang harus dibeli dan mana yang nanti. Mencoba mendapat manfaat akan satu produk dengan harga yang lebih murah menjadi salah satu cara untuk bertahan.

Kembali ke tema tentang strategi hilangkan bosan selama Corona. Bagi saya pribadi dengan adanya kejadian ini setidaknya memaksa saya untuk lebih berpikir kreatif. Bagaimana tidak setiap hari saya hanya berada di rumah petak.

Rumah 3 ruang dengan ukuran mungkin 3 meter kali 7 meter ini seolah menjadi laboratorium eksperimen saya selama menjalani hari demi hari. Tak ada rencana keluar rumah bila di rasa tidak ada kegiatan yang perlu.

Yang ada bila tidak di ruang depan, kamar tidur dan dapur. Beruntung saya memiliki istri dan anak yang bisa diajak untuk membunuh waktu. Di tempat manapun kami bisa bermain dan bekerja.

Definis ‘bekerja’ mohon jangan hanya di maknai dengan kacamata sempit. Pekerjaan yang kini saya jalani tentu saja menjadi seorang blogger dimana kegiatan tak jauh dari laptop dan smartphone.

Bila tidak menulis atau memproduksi konten saya masih bisa melakukan pekerjaan lain semisal share link artikel, komentar di blog orang, follow to follow dan pastinya belajar hal baru yang dulu belum sempat di pelajari.

Ada banyak hal yang harus saya pelajari lebih dalam terkait dunia blogging dan sosial media. Di mana dunia ini mungkin tak asing bagi saya dan keluarga. Hanya saja optimasi yang kurang maksimal dan masih harus di genjot.

Selain itu kegiatan yang acapkali saya lakukan untuk hilangkan bosan tentu saja bermain dengan anak semata wayang. Di usianya yang menginjak 3 tahun ia butuh perhatian lebih dan tentu saja sebagai orang tua tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.

Berhubung menjadi fulltime blogger maka saya katakan ritme atau jam kerja berubah total. Bila dulu saat masih menjadi karyawan maka biasa kerja dari pagi hingga sore kini tidak.

Saya akan bekerja dalam ketidakpastian. Dimana ada waktu dan kesempatan akan terus bekerja mengembangkan blog yang ada. Beruntung saya memiliki beberapa blog, instagram, twitter, dan youtube.

Alhasil kemudian saya akan mensiasati rasa bosan dengan beralih satu dengan yang lain. Cara ini tentu saja juga baik untuk blog dan sosial media karena mereka merasa diperhatikan.

Saat anakku Abhiraj Jurnalistika terjaga maka saatnya bermain dengannya. Main sepeda dan vespa pun di lakukan di rumah. Ukuran yang sempit tidak menjadi alasan karena kembali tadi saya katakan kreatifitas adalah kunci dari segalanya.

Tak hanya itu saja kita pun bisa bermain di kamar depan, tempat tidur, dapur hingga kamar mandi. Waktu 1 x 24 jam bisa hampir di pastikan bersama keluarga hingga wabah Corona ini benar-benar berakhir.

Soal pendapatan untuk urusan belanja tak terlalu khawatir karena dengan apa yang telah saya lakukan setidaknya cukup. Tinggal managemen keuangan saja di perhatikan dan kurangi belanja yang tidak perlu.

Apapun alasannya Corona bukan alasan untuk berhenti berjuang. Bagi kamu yang merasa ini kian berat coba lihat orang sekitar kamu. Bukankah mereka turut merasakan apa yang kamu rasakan.

Khusus bagi saya dan yang lain yang hobi rebahan kini saatnya berperan menjadi pahlawan. Bagaimana dengan tidur pun ternyata bisa produktif dan menghasilkan.

Bagi kamu yang ingin berteman dengan saya bisa follow akun media sosial saya. Untuk Facebook ada Joko Yugiyanto, untuk Fanspage ada Kanal Jogja dan Jogja Kekitaan.

Untuk instagram ada Joko Yugiyanto, Kanal Jogja, de Jepiters, Abhiraj Jurnalistika untuk anak saya. Untuk twitter ada Joko Yugiyanto, Kanal Jogja, Abhiraj Jurnalistika, HC On Twit, digitalinaja dan Rani Mencoba.

Untuk YouTube meski ala-ala ada Joko Yugiyanto dan Kanal Jogja. Boleh lah ya sedekah subscribe. Dan untuk blog sendiri tentunya ada Joko Yugiyanto, Kanal Jogja, Ivhaa, Wisata Lokal Indonesia, Catatan Muslim dan istri punya ada Lina Muryani.

Yang mau sharing tentang apa yang di lakukan untuk hilangkan bosan selama Corona boleh isi kolom komentar di bawah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *