Udah Tahu Tas Siaga Covid-19, Intip Isinya apa saja

  • Whatsapp

Buat kamu yang memang harus beraktifitas jangan lupa bekali diri dengan tas siaga Covid-19. Dengan tas ini setidaknya akan tenang beraktifitas di luar rumah.

tas siaga covid-19
covid19.go.id

Tas Covid-19 setidaknya menjadi ikhtiar yang wajib dilakukan. Khususnya bagi mereka pejuang nafkah yang memang harus menjemput rezeki. Tak ingin pulang bawa bencana maka pastikan protokol ini coba dilakukan.

Selain itu tentunya mentaati berbagai protokol yang dikeluarkan pemerintah atau instansi terkait. Ingat dimana bumi di pijat di situ langit di junjung. Jangan coba-coba membandel karena akan berakibat fatal.

Baca juga: Kerja di Rumah itu (tidak) Mudah

Tas ini pada dasarnya tak jauh beda dengan tas yang dikenakan sehari-hari. Tapi kini akan dibekali berbagai peralatan yang akan mendukung kita jauh-jauh dari virus yang telah melanda hampir seluruh dunia ini.

Dalam satu tas siaga Covid-19 setidaknya terdapat 7 benda yang siap mendampingi aktifitas setiap hari:

1. Masker

Masker tak cukup hanya satu yang dikenakan saja tapi juga harus ada persediaan di dalam tas. Tak tahu juga bukan tiba-tiba ada kejadian yang mengharuskan ganti masker.

Selain itu juga siapkan plastik untuk bungkus masker yang telah dikenakan karena bisa jadi di jalan tidak ketemu bak sampah. Tapi kalau memang ada bak sampah kenapa harus masuk tas bukan.

2. Hand sanitazer, disinfektan semprot dan sabun cair

Cairan pembersih ini juga harus ada dan rajin-rajin cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik setiap cuci tangan.Namun bila memang tidak ada air yang melimpah maka hand sanitazer tentu pilihan terbaik.

Cairan disinfektan tentu juga dibutuhkan sesaat sebelum memulai bekerja. Berbagai peralatan kerja ada baiknya pada pagi hari disterilkan karena tak pernah tahu ada apa sebelumnya.

3. Tissu basah dan kering

Sudah tahu kan betapa pentingnya membawa tissu. Maka bila sejak dari dulu sudah membawa tentu bukan hal asing lagi.

Tapi bagi mereka yang belum pernah membawa apalagi menggunakan mungkin akan sedikit bingung. Kapan harus menggunakan tissu basah dan kapan menggunakan tissu kering.

4. Alat makan dan botol minum

Bagi yang terbiasa jajan atau makan di luar mulai kini ada baiknya bawa bekal dari rumah. Selain lebih sehat karena mengurangi potensi kerumunan pastinya akan menghemat pengeluaran.

Alat makan dan alat minum ini juga biasakan untuk dicuci sendiri meski ada office boy atau office girl di kantor. Ingat tugas utama mereka bukan melayani makan minum karyawan lho ya.

5. Perlengkapan ibadah

Khusus bagi kaum hawa yang terbiasa ibadah menggunakan fasilitas bersama ada baiknya untuk memastikan membawa sendiri. Hal ini untuk memastikan akan kebersihan karena bisa jadi alat ibadah digunakan orang yang terpapar.

Dengan membawa alat ibadah sendiri kita juga akan merasa lebih nyaman. Apalagi alat ibadah tersebut di dapat dari orang tercinta.

6. Totebag / tas belanja

Suka belanja dan mendapat tas pembungkus dari supermarket atau tempat belanja kini ada baiknya membawa totebag sendiri. Hal ini juga sebagai upaya pelestarian bumi untuk mengurangi jumlah sampah yang kian menumpuk.

7. Suplemen atau multivitamin

Bagi yang merasa ada kendala kesehatan atau merasa kurang fit maka bawalah multivitamin. Kini sudah tersedia aneka pilihan rasa dengan berbagai keunggulannya.

Multivitamin ini juga bisa diberikan pada orang sekitar atau rekan kerja bila ada keluhan. Jangan sampai mereka jatuh sakit dan kita ikut tertular.

Hidup berdampingan dengan covid-19 tentu bukan keinginan kita. Tapi hal itu harus dilakukan bila tak ingin berdiam diri di rumah. Sembari berharap agar vaksin atau antivirus ditemukan agar kita lepas dari segala peralatan tersebut.

Mungkin hal ini akan terasa berat untuk kali pertama. Tapi bila telah melalui bulan pertama niscaya semua akan menjadi mudah. Yang penting yakin bahwa kita akan melalui ini semua bersama-sama.

Jogja sendiri saat ini tengah menyiapkan protokol untuk new normal yang besar kemungkinan di mulai awal bulan depan Juli 2020. Hanya saja semua dikembalikan kepada warga apakah mereka siap dengan segala ketentuan yang ada.

Jangan sampai membandel dan ngeyel yang kemudian akan menjadi klaster baru penyebaran virus corona baru. Ingat hingga saat ini grafik belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *