Wild Animal Rescue Center Tempat Belajar Bersama Alam dan Satwa

  • Whatsapp

Wild Animal Rescue Center (WRC) mungkin bagi sebagian orang akan terasa asing karena nama ini belum lama ada. Tapi kalau mendengar nama PPSJ atau Pusat Penyelamatan Satwa Jogja mungkin cukup familier.

kantor WRC
kutilang.or.ic

Lokasi tempat tersebut ada di Dusun Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, Jogja. Cukup jauh kalau dari Jogja karena harus melalui kota Wates terlebih dahulu baru ambil ke arah kanan.

Ditempat ini banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Bukan hanya mengamati aneka satwa yang diselamatkan. Tapi banyaknya fasilitas yang ada sangat mendukung berbagai kegiatan terutama yang bersifat outbond atau pelatihan kelompok.

Bukan hanya penginapan / hotel, meeting room, green cottage, outbond center yang telah diperbaiki tapi sarana camping ground juga sangat memadai. Di tempat ini juga telah dilengkapi dengan arena pendidikan lingkungan mulai untuk anak-anak hinga dewasa.

camping ground
flickr.com

Tentunya akan sangat menyenangkan bisa berada di daerah penggunungan Menoreh sambil beraktifitas dan belajar. Kegiatan seperti seminar atau acara pribadi semisal pernikahan atau perayaan ulang tahun bisa dilakukan ditempat ini.

Wisata yang ditawarkan oleh pengelola WRC melalui Menoreh Green Land (MGL) ini sangat unik karena mengedepankan konsep kesadaran konservasi. Hal ini tentu sangat mendukung kelestarian alam untuk keberlangsungan bumi.

WRC ini memiliki program utama berupa penyelamatan atau rescue. Selain itu ada juga program rehabilitasi atau mengembalikan kondisi satwa agar siap dilepas di alam bebas. Pada akhirnya bila telah siap maka seluruh hewan yang ditangani akan dilepaskan kembali.

kandang satwa
natural-fiber.com

Bagi masyarakat sekitar WRC bertugas untuk memberikan edukasi atau pemahaman akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Maka wajar saja tempat ini banyak dipilih oleh siapa saja yang ingin belajar tentang satawa dan lingkungan.

Tempat konservasi satwa ini memiliki ribuan satwa yang dikelola. Sebagian sudah ada yang dilepas dan sebagian lagi masih ada di Paingan. Mayoritas satwa adalah hasil tangkapan warga yang ingin dikembalikan ke alam bebas. Tapi tak sedikit juga hasil sitaan dari pemerintah atas ulah oknum yang mengambil dari hutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *