Desa Budaya Sarana Promosi Kesenian Asli Budaya DIY

Desa Budaya DIY yang diikuti 43 desa wisata dari 5 kabupaten kota bersaing ketat unjuk kebolehan. Mereka berusaha menampilkan sesuatu yang beda, khas dan unik. Bisa dibilang apa yang ditampilkan adalah ciri khas atau identitas dari mana mereka berasal.

jathilan putri
facebook.com/anang.arseto

Selain itu ada juga kuliner dan kerajinan khas dari desa budaya yang layak dilirik. Semua makanan dan kerajinan itu bisa dibilang saat ini sudah sangat jarang dipasaran karena memang kuliner tradisional.

Pentas seni yang digelar di halaman parkir barat Jogja Expo Center (JEC) ini tak pernah sepi pengunjung. Gelar Potensi Desa Budaya 2015 ini telah dimulai sejak 11 November dan akan berakhir pada 13 November 2015.

Setiap Desa Wisata diberi kesempatan lebih kurang 40 menit untuk melakukan atraksi. Ada diantara mereka yang menampilkan kesenian tradisional mulai dari reog, jathilan, ketoprak, tarian dan lain-lain.

Khusus untuk hari ini ada 9 desa wisata yang siap beraksi. Mereka telah siap unjuk gigi sejak pagi dan akan berakhir nanti malam. Kemeriahan itu akan terus berlanjut hingga besok malam.

Sangat disayangkan kalau kegiatan unik ini terlewatkan. Hiburan yang pas untuk keluarga mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Dari 43 desa budaya ini akan dikerucutkan menjadi 10 besar yang kemudian akan dicari yang terbaik. Salah satu poin penting yang akan dinilai dalam ajang ini adalah orisinalitas kesenian. Dan desa budaya tersebut diharapkan mampu mengangkat nama baik DIY dalam ranah wisata.

Pos terkait