Input your search keywords and press Enter.

Ini Dia Sejarah Mitos Masangin di Jogja

arkithesuperhero.wordpress.com

Mungkin kita terlalu sering mendengar kata masangin dan mungkin pula kita pernah melakukannya. Tapi tak banyak yang tahu sejarah dari asa usul ritual unik ini.

arkithesuperhero.wordpress.com

arkithesuperhero.wordpress.com


Konon, pada jaman dulu bila ada seorang pria dan ingin melamar putri Sultan maka ia akan melalui serangkaian tes dan masangin ini adalah salah satunya.

Masangin adalah berjalan dengan mata tertutup untuk melewati dua pohon beringin kembar yang ada di tengah alun-alun selatan. Sebelum berjalan dengan jarak lebih kurang 25 meter ini peserta akan diputar 360 derajat sebanyak 3 kali.

Konon, hanya mereka yang memiliki hati dan pikiran bersih yang bisa melaluinya. Benar saja, hingga saat ini ribuan orang telah mencoba hal tersebut dan mayoritas dari mereka gagal.

Pada jaman dulu peserta harus bisa berjalan dari depan Gedung Sasana Hinggil hingga ujung selatan dari alun-alun. Kini bisa melalui dua pohon beringin saja sudah lebih dari cukup.

Berdasar beberapa informasi yang ada salah satu kunci sukses untuk melaui masangin ini adalah niat dan ketulusan. Bukan untuk ajang pamer atau duniawi semata.

Masih berdasar cerita dari mulut ke mulut barang siapa yang mampu menjalani ritual masangin ini niscaya segala keinginanya akan terkabul.

Bila kamu penasaran bisa datang ke alun-alun selatan dan mencoba hal unik ini. Kalau datang tidak membawa penutup mata bisa menyewa penutup mata.

Cukup mengeluarkan beberapa lembar uang seribuan dan langsung bisa beraksi. Kalau datang ke sini hendaknya membawa teman atau keluarga supaya lebih seru.

Tak ada salahnya untuk saling merekam antar peserta apa yang dilakukan selama menjalani ritual yang telah berjalan puluhan tahun ini.

Berhubung jumlah peserta cukup banyak maka butuh kesabaran dalam mengantri. Yang jelas siapkan mental manakala kita hanya akan berputar-putar dan tidak pernah bisa melalui proses masangin selama tidak menundukkan hati.

Puncak keramaian dari kegiatan Masangin ini terjadi pada malam Minggu atau selama musim liburan tiba. Jangan keget kalau ternyata warga negara asingpun akan mencoba yang satu ini.

Mungkin mereka yang terkenal sebagai negara yang mengedepankan logika masih percaya dengan hal-hal yang bersifat mistis. Atau bisa jadi mereka hanya menikmati keseruannya saja.

Yang pasti kegiatan masangin menjadi nilai tambah bagi kegiatan pariwisata di Jogja.

Seorang penulis muda yang ingin mengelilingi dunia dengan tulisannya dan berbagi dengan tulisannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *