Tradisi Masangin Melewati Dua Pohon Beringin di Alun-Alun Selatan

  • Whatsapp

Kamu pernah berkunjung ke Alun-Alun Selatan Jogja maka hampir bisa dipastikan pernah mencoba yang satu ini. Tradisi Masangin yang penuh tantangan antara mitos atau sekadar hiburan semata.

tradisi masangin-alun-alun-kidul
rentalmobilyogyakarta.net

Tradisi yang hampir pasti diketahui seluruh orang Jogja, terutama mereka yang suka jalan-jalan di malam hari. Meski telah berulang kali mencoba dan gagal tak menyurutkan niat untuk mencoba kembali.

Bacaan Lainnya

Dalam kondisi mata tertutup, dalam gelapnya malam, mencoba menerobos 2 pohon beringin kembar. Ada yang sukses dan lebih banyak yang gagal.

Ada cerita yang beredar dimana siapapun yang mampu melewati tantangan ini maka hajat atau keinginan akan terkabul. Hanya mereka yang memiliki hati bersih yang mampu melakukannya.

Tradisi Masangin itu Bermula

Dari cerita masyarakat setempat diketahui bahwa konon di antara dua pohon beringin tersebut terdapat rajah yang dapat menolak bala. Hanya mereka yang berhati bersih yang bisa melewati pohon beringin kembar tersebut sehingga rajah tidak berfungsi.

Syaratnya cukup sederhana, peserta harus berjalan dari depan Gedung Sasono Hinggil Dwi Abad. Syarat yang kedua dilakukan dengan mata tertutup.

Mereka yang dikatakan berhasil adalah yang bisa melakukan satu kali percobaan. Jadi bila keberhasilan itu dilakukan pada percobaan kedua maka dianggap tidak sah.

Sepintas permainan ini terlihat sangat mudah. Peserta hanya diminta untuk jalan lurus sekitar 70 meter. Namun secara fakta mereka yang gagal ternyata jauh lebih banyak daripada yang berhasil.

Setiap malam tempat ini akan dipenuhi pengunjung. Banyak diantara mereka yang mencoba bergantian yang mana bila ada satu peserta sedang mencoba maka yang lain akan memberi dukungan dan membuka jalur.

Maklum saja banyak peserta yang lain sehingga bila tidak diamankan seringkali terjadi tubrukan. Maka jangan pernah coba-coba melakukan kegiatan ini sendiri.

Bagi yang tidak membawa penutup mata di depan Gedung Sasono Hinggil ada yang menyewakan penutup mata. Kalau saja kamu berkunjung dan tidak membawa penutup mata maka bisa menyewa kain hitam ini.

Terlepas benar atau tidaknya mitos tersebut ada satu hal pesan moral yang bisa dipetik. Hati yang bersih memudahkan dalam melewati setiap masalah atau tantangan. Oleh karena itu setiap individu baiknya selalu menjaga kebersihan hati.

Sepeda Tendem dan Becak Hias

Puas bermasangin ria ada hiburan lain yang tak kalah seru. Bisa menyewa sepeda tandem atau becak hias. Kendaraan tersebut bisa digunakan untuk mengitarai keliling alun-alun.

Lelah dengan segala aktifitas hampir di seluruh bagian ada penjual makanan. Menu yang disediakan juga bervariatif dengan harga murah.

Saat malam tiba yang sangat direkomendasikan tentu memesan segelas wedang jahe atau ronde. Minuman berbahan jahe ini tak hanya menghangatkan tubuh tapi juga mampu menjaga stamina dan kesehatan tubuh.

Protokol Kesehatan Tetap Harus Jalan

Berhubung ini adalah area terbuka dan memungkinkan untuk bertemu dengan banyak orang maka protokol kesehatan tetap harus diperhatikan. Patuhi protokol kesehetan dan tetap waspada.

Jangan sampai niat jalan-jalan menimbulkan masalah baru. Tak mau bukan tiba-tiba harus melakukan karantina mandiri karena badan kurang fit seusai jalan-jalan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *