Jembatan Selopamioro, Spot Terbaik menyaksikan Keindahan dan Kearifan Lokal

Romantis dalam kesederhanaan, mungkin itu ungkapan yang pas manakala sedang berada di atas jembatan Selopamioro. Sebuah jembatan yang tidak saja sebagai penghubung dua wilayah, lebih dari itu bisa juga untuk berburu keindahan.

jembatan selopamioro
kanaljogja.com/amix.stefanny

Wajar saja bila banyak wisatawan, khususnya pecinta fotografi datang langsung ke tempat ini untuk membuktikannya. Mengambil momen saat petani atau anak-anak kecil lewat menjadi sesuatu yang indah.

Bagi yang penasaran dengan keindahan jembatan Selopamioro atau yang juga disebut sebagai jembatan siluk bisa datang ke Imogiri. Jembatan sepanjang 70 meter ini berada di antara desa Selopamioro dan Sriharjo.

Dari tempat ini juga tak perlu jauh untuk melihat bukit karst Gunungkidul. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, mungkin itu menjadi pepatah yang tepat manakala berkunjung ke tempat ini.

Selain mengabadikan momen di jembatan yang telah ada sejak 12 tahun yang lalu ini para pengunjung juga bisa membaur dengan warga. Salah satu kegiatan yang harus di coba adalah susur sungai.

Dimana pengunjung akan diajak untuk melewati dibawah jembatan dengan menggunakan ban kendaraan sembari melihat keindahan sungai tanpa limbah.

Saat yang paling tepat berkunjung ke tempat ini tentu saja kala senja. Dimana matahari tidak terlalu menyengat ditambah hantaman angin yang semilir semakin membuat betah berlama-lama diatas jembatan.

Seiring berjalannya waktu kini jembatan tersebut telah menjadi ikon Desa Selopamioro. Terlebih di tempat tersebut terdapat desa wisata Srikeminut.

Srikeminut sendiri merupakan akronim dari 3 dusun diarea jembatan. Dusun dimaksud adalah Sriharjo, Kedungmiri, dan Wunut.

Selain menawarkan rafting dengan pelampung ban, pihak pengelola juga menyediakan berbagai hiburan alternatif berupa kesenian tradisional, seperti klotekan, gejek lesung, ketoprak, karawitan, campursari, dan jatilan.

Untuk ragam kuliner tak beda jauh dengan Gunungkidul. Hal ini karena secara geografis hampir mirip dimana singkong akan mudah ditemukan untuk kemudian di olah menjadi gatot, getuk atau thiwul.

Kalau masih penasaran ada apa disana boleh kok main ke jembatan Selopamioro langsung dan itu gratis lho. Dan bila itu dirasa masih belum cukup silakan coba sensasi Hutan Pinus yang letaknya tidak begitu jauh.

Pos terkait