Panggung Krapyak Yogyakarta Berbenah, Sambut UNESCO

  • Whatsapp

Ada pemandangan yang berbeda saat ini bila kamu berkunjung ke Panggung Krapyak Yogyakarta. Hal ini karena kini Dinas Kebudayaan DIY tengah berbenah. Berharap bagian sumbu filosofi ini menjadi Warisan Budaya Dunia Tak Benda ini segera diakui UNESCO.

panggung krapyak yogyakarta
instagram.com/malammuseum

Perawatan rutin pun dilakukan salah satunya dengan melakukan pengecatan. Berharap tak ada lagi tangan-tangan jahil yang mengotori salah satu benda yang cukup bernilai ini.

Panggung ini memiliki luas 17,5 meter kali 15 meter. Untuk tingginya adalah 10 meter.

Perawatan ini dilakukan setelah sebelumnya Dinas Kebudayaan DIY melakukan revitalisasi Pojok Beteng Lor Wetan dan Masjid Gedhe Kauman.

Pekerjaan pembersihan ini mulai dari pembersihan lumut, pengecatan hingga pengecekan anak tangga menuju menara. Berharap semua benda dalam kondisi baik seperti sedia kala. Waktu yang dibutuhkan untuk revitalisasi ini diperkirakan akan memakan waktu hingga 45 hari.

Tak hanya sendiri, Pemda DIY juga berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya perawatan cagar budaya.

Sejarah Panjang Panggung Krapyak Yogyakarta

Panggung Krapyak Yogyakarta atau Kandang Menjangan menjadi komponen penting dalam sumbu filosofi Jogja. Tak hanya itu saja tapi juga dalam sejarah Kraton Jogjakarta.

Pada masa lalu tempat yang memiliki ketinggian 10 meter ini digunakan para raja untuk mengintai buruan. Dikatakan kandang Menjangan karena memang binatang yang paling banyak diburu adalah menjangan atau rusa.

Satu-satunya Wakil Indonesia

Dikutip dari Gudeg.net tahun ini mungkin akan menjadi tahun yang spesial karena DIY menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang didaftarkan kepada UNESCO.

Proses verifikasi masih terus berjalan dan pastinya kita berdoa semoga Panggung Krapyak Yogyakarta di setujui untuk menjadi bagian dari Warisan Budaya Dunia Tak Benda.

Bangunan ini tak berdiri sendiri karena sumbu filosofi imaginer itu sendiri mencakup beberapa titik mulai dari Gunung Merapi, Tugu Jogja, Kraton Jogja, Panggung Krapyak dan Pantai Selatan.
Sumbu filosofi yang tak kasat mata tentunya dan kamu bila datang ke Jogja pun bisa untuk eksplore lebih jauh.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *