Pantai Indrayanti, Nama Pantai Yang Berganti Karena Resto Lebih Populer

  • Whatsapp

Pantai Indrayanti seolah menjadi magnet baru di Gunungkidul. Namanya seolah memanggil siapa saja untuk berkunjung ke obyek wisata pantai yang ada di Tepus dengan segala keindahan mulai dari pasir putih dan laut biru.
pantai indrayanti

Untuk menuju obyek wisata pantai ini tidaklah sulit karena masih satu gugusan dengan objek wisata Kukup, Krakal dan Baron. Hanya saja pantai ini sedikit lebih ke timur, dari Pantai Indrayanti bila sedikit ke timur juga akan ditemukan pantai yang tak kalah indah seperti Pantai Pok Tunggal dan Pantai Siung.

Pantai ini sebenarnya memiliki nama Pulang Sawal, hanya saja kebetulan ada nama resto Indrayanti yang jauh lebih mudah di ingat. Dan sekarang pantai Pulang Sawal lebih dikenal dengan nama Pantai Indrayanti.

Waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke tempat ini adalah pada sore hari. Disaat matahari akan tenggelam dan saat pantai akan mulai sepi karena pengunjung sebagian telah pulang. Keuntungan lain yang bisa di rasakan adalah tidak perlu takut kulit terbakar karena sengatan matahari.

Akan menjadi lebih berkesan bila menyempatkan tenda untuk menikmati malam di Indrayanti. Pada malam-malam tertentu, khususnya pada malam minggu akan ada beberapa tenda yang berdiri. Mereka adalah para wisatawan backpacker yang camping di bibir pantai.

Nanti oleh masyarakat setempat akan diarahkan pada lokasi yang paling aman. Sebab, salah pilih tempat bisa saja tenda akan terkena deburan ombak saat pasang. Biasanya tempat yang paling disarankan adalah sisi sebelah timur.

Di tempat tersebut juga ada pihak yang menyewakan alas untuk api unggun. Dengan alas ini kita tidak akan repot membersihkan bara sisa pembakaran pada pagi harinya. Pada tahun 2014 lalu alas api unggun ini dapat di sewa dengan harga Rp 20.000,00.

Malam tiba, saatnya untuk masak-masak dan mengisi perut sambil merasakan kehangatan api unggun. Suasana akan lebih hangat bila kegiatan ini dilakukan bersama para sahabat. Jangan lupa untuk membawa gitar dan makanan ringan.

Waktu berlalu begitu cepat, udara malam dan semilirnya angin pantai membuat siapapun betah berlama-lama dibibir pantai. Meski ada didekat pantai tapi udara cukup bersahabat, terlebih saat cerah. Kita bisa tidur sambil memandang langit untuk melihat bintang.

Bila pagi tiba dan jam menunjukan pukul 05.00 WIB, saatnya untuk bergegas dan menuju bukit yang ada disebelah timur. Hanya dengan berjalan dan mendaki tak lebih dari 30 menit maka kita akan sampai di puncak.

Dari tempat tersebut dapat dilihat pemandangan pantai yang benar-benar menakjubkan. Pantai dengan buih butih dan laut biru menjadi pemandangan utama. Suara dentuman ombak yang menghantam karang menjadi melodi yang dapat membuat jantung berdebar lebih kencang.

Di bukit ini juga menjadi salah satu spot terbaik untuk mengambil foto. Jangan ragu untuk mengambil foto sebanyak-banyaknya. Terutama saat matahari menampakan dirinya dari ufuk timur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *