Pengen Ke Malioboro, Ini Aturannya atau Siap Diputar Balik

  • Whatsapp

Pemerintah Kota Jogja menindak tegas mereka yang pengen ke Malioboro tapi tidak taat aturan. Semenjak diberlakukannya masa tanggap darurat bencana maka protokol untuk berkunjung ke Jogja khususnya Malioboro kian diperketat.

scan qr malioboro
jogja.tribunnews.com

Kini sejumlah protokol telah mulai diuji coba guna mencegah penularan Covid-19. Saat memasuki area Malioboro maka pengunjung akan di minta untuk isi buku tamu. Cukup download aplikasi QR Code Scanner kemudian scan QR yang ada maka sudah akan tercatat nama dan no telpon pengunjung.

Protokol cuci tangan dengan sabun dan scan suhu tubuh tetap dilakukan. Tak jauh beda dengan protokol lain hanya saja pencatatan nama pengunjung juga dilakukan untuk mendata jumlah pengunjung.

Kini bila berkunjung ke Malioboro maka telah diberlakukan sistem alur pengunjung satu arah. Tujuannya untuk mencegah satu pengunjung dengan yang lain bertemu muka.

Bagi mereka yang ada di sisi timur diwajibkan berjalan ke arah selatan. Sementara itu yang ada di sisi barat harus berjalan ke utara. Untuk pengunjung yang ingin berjalan putar arah di sarankan untuk menggunakan jalur penyeberangan yang telah disediakan.

Bila ada pengunjung yang ada di Malioboro dan membutuhkan bantuan disarankan untuk menghubungi petugas keamanan setempat atau Jogoboyo. Mereka telah disiapkan untuk memberikan bantuan bagi setiap wisatawan yang datang.

Saat ini meski belum ada pembatasan terkait jumlah pengunjung. Tapi nanti bisa saja bila melebihi dari batas ketentuan akan dilakukan pembatasan agar tidak terjadi kerumunan berlebih.

Selain itu jangan lupa kenakan masker. Bila tidak maka siap-siap saja untuk disuruh pulang atau mencari masker terlebih dahulu sebelum memasuki kawasan Malioboro.

Seperti yang kita tahu Jogja pun tengah menyiapkan diri untuk menghadapi new normal dan hal ini tentu harus di barengi dengan rasa disiplin untuk tetap menjaga jarak dan senantiasa membiasakan diri untuk menjalani Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pengetatan ini tak hanya terjadi di Malioboro saja tapi di sejumlah titik lainnya. Setidaknya ada 10 titik pusat keramaian yang akan dijaga petugas untuk memastikan masyarakat lebih disiplin.

Bahkan dalam pernyataannya Gubernur DIY Sri Sultan menegaskan jika masyarakat tidak disiplin maka Jogja tidak bisa new normal. Hal tersebut beliau sampaikan saat menanggapi masih adanya pengunjung Malioboro yang ditemukan tidak menggunakan masker.

Perlu peran serta semua pihak untuk sama-sama melatih kedisiplinan. Bila salah seorang mencoba melanggar maka yang lain dan melihat itu tidak pakai masker dan saya pun bisa jadi tidak pakai.

Masih menurut Sri Sultan, untuk disiplin itu tidak mudah. Harus senantiasa di gaungkan karena mereka yang berpendidikan baik pun belum tentu bisa disiplin.

Jogja tidak akan melaksanakan new normal bila masyarakat belum bisa disiplin dan memahami protokol kesehatan. Tanpa hal itu tentu Pemda DIY akan kesulitan untuk mengajukan new normal ke pemerintah pusat.

Kini yang terbaik tunda dulu keinginan untuk jalan-jalan. Yang pengen ke Malioboro sabar hingga semua ini berakhir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *