Watu Lawang, Satu Bukit Belah Caesar di Mangunan

  • Whatsapp

Mendengar kata Mangunan akan mengarahkan pada kata Hutan Pinus, Kebun Buah, Bukit Panguk dan Bukit Mojo. Tak banyak yang tahu kalau kini ada Watu Lawang, khususnya mereka yang hobi berburu view instagramable.

watu lawang mangunan
yayapunyacerita.wordpress.com

Banyak hal yang bisa di explore dari Mangunan itu sendiri dan spot yang paling gress tentu saja Watu Lawang. Penamaan watu lawang itu sendiri lebih karena ada adanya puncak bukit yang terbelah.

Berdasar informasi yang di dapat dari salah seorang sahabat yang belajar ilmu Geologi Pertambangan. Terbelahnya bukit tersebut secara alami dapat juga dikatakan sebagai proses terbelah caesar.

Lawang yang dalam Bahasa Indonesia adalah pintu menjadi asosiasi yang pas manakala bukit yang harusnya utuh terbelah dua. Satu pemandangan yang unik tentunya dan manakala kamu berkunjung ke Pantai Ngobaran pun akan menemukan hal serupa.

Objek wisata Watu Lawang ini berada di Desa Mangunan Kecamatan Dlingo, Bantul. Untuk menuju lokasi ini juga sangat mudah, karena tidak terlalu jauh dari Kebun Buah Mangunan yang lebih dulu populer.

Untuk menuju lokasi ini pengunjung cukup mengambil rute Kebun Buah Mangunan. Namun sebelum simpang Mangunan harus ambil arah kanan.

Jalan masih ala kadarnya jadi harap ekstra hati-hati. Bila masih ragu jangan sungkan untuk tanya kepada penduduk sekitar dan mereka dengan suka cita akan mengarahkannya.

watu lawang belah cesar
majalahburungpas.com

Meski memiliki spot view yang luar biasa tapi Watu Lawang tetap memiliki kelemahan. Bila di spot yang lain bisa menikmati suasana matahari terbit atau terbenam maka ditempat ini kurang begitu optimal.

Namun demikian objek wisata yang satu ini bisa saling melengkapi dengan yang lain. Oleh karena itu waktu seharian pun tidak akan cukup untuk menjelajahi seluruh lokasi.

View yang coba dikemas oleh masyarakat sekitar dari Watu Lawang adalah pemandangan area persawahan Desa Wisata Kedungmiri. Dan disini pulalah tersedia jembantan gantung yang sangat populer tersebut.

Tak mudah untuk mencapai spot Watu Lawang. Sangat disarankan untuk memakai sepatu atau sendal gunung. Jangan sampai niat refreshing jadi petaka karena tergelincir atau terkilir.

Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian. Mungkin itu peribahasa yang tepat untuk menggambarkannya. Setelah lelah melalui jalan setapak akan dihadapkan pemandangan yang begitu luar biasa indah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *