Kolaborasi Gamelan dan Musik ‘zaman now’, Rhapsody Of The Archipelago: Gamelan 4.0

  • Whatsapp

Mungkin kita sering mendengar atau menonton konser musik yang memadukan gamelan dengan alat musik modern. Tapi apa jadinya bila mereka tampil lebih fresh dengan ratusan personil. Semua itu akan hadir di satu panggung dalam ‘zaman now’, Rhapsody Of The Archipelago: Gamelan 4.0.

Rhapsody Of The Archipelago
acaraseni.top

Selama 2,5 jam pengunjung akan dihibur dengan alunan musik yang dibawakan tak kurang dari 200 talent. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu seni yang merupakan kolaborasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM.

Tak hanya itu saja tapi berbagai kelompok seni dan komunitas akan turut serta. Beberapa nama yang dipastikan turut meramaikan antara lain Kelompok Gamelan Canda Nada, Gayam 16, dan Prawiratama Indonesia. Ada pula musisi kekinian seperti Letto, FSTVLST, Tashoora, dan Mantra Vutura.

Satu nama yang bakal mencuri fokus tentu saja Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang dikenal dengan Noe Letto. Publik tentu tak asing dengan suara khasnya.

Disini ia tak sendiri tapi juga akan akan dihadirkan Ishari Sahida (Ari Wulu). Bagi pecinta musik gamelan tentu sosok ini tak asing lagi karena beberapa waktu lalu mampu mensukseskan event skala internasional melalui “Yogyakarta Gamelan Festival”.

Penghulu komunitas Gayam 16 ini mampu menghidupkan musik gamelan menjadi sesuatu yang bisa bertengger di kelas dunia. Dan pada pagelaran ‘zaman now’, Rhapsody Of The Archipelago: Gamelan 4.0 tentu ia akan menggarap seapik mungkin.

Pertunjukkan yang digelar dalam rangka Lustrum ke-14 UGM dan Dies Fisipol UGM ke-64 ini akan diselenggarakan pada 30 November 2019 di Lapangan Grha Sabha Pramana UGM. Tak hanya pertunjukan musik semata, tapi mereka juga menghelat Workshop yang diselenggarakan selama 2 hari (29-30 November 2019) di PKKH UGM.

Menurut Noe, ajang Rhapsody Of The Archipelago ini bisa digunakan sebagai sarana memperkenalkan musik ke masyarakat luas. Dimana kehadiran teknologi digital mampu memberi ruang untuk lebih berani bereksperimen. Dua jenis alam musik yang mampu berkolaborasi tanpa batas.

Banyak inovasi menarik dari keduanya yang sangat sayang dilewatkan begitu saja. Jadi buat kamu yang ada di Jogja pada akhir bulan ini sudah pasti tak boleh melewatkan begitu saja.

Sementara itu Ari Wulu menegaskan bahwa gamelan bukanlah monumen mati yang hanya akan berbunyi bila di tabuh. Gamelan adalah wujud hidup spirit harmoni yang hadir secara elegan di medan dinamika dan dialektika zaman.

Kedepan event ini akan menjadi agenda tahunan UGM. Secara tidak langsung juga menjadi event tahunan Jogja dan akan menambah acara tahunan di Jogja yang layak di nanti dan disambangi.

Bagi kamu yang tertarik untuk menonton Rhapsody Of The Archipelago secara langsung sudah bisa membeli tiket saat ini. Untuk harga tiket itu sendiri dilepas mulai harga Rp 50.000,- untuk kelas festival.

Sementara itu untuk kelas Silver dijual Rp 500.000,- dan Gold dilepas Rp 1.000.000,-. Tiket box bisa di dapatkan di Sekretariat ROAR GAMA 4.0, Gedung Fisipol UGM Unit 2, Lantai 2 Sayap Utara, Jl. Prof Dr Sardjito, Sekip, Yogyakarta. Penjualan tiket di buka mulai pukul 09.00 wib hingga 22.00 wib. Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi 081328697170.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *