Oseng-Oseng Mercon Bu Narti, Salah Satu Bukti Jogja Tidak Identik Rasa Manis

Membahas kuliner super pedas di Jogja tak elok rasanya tanpa menyertakan oseng-oseng Mercon Bu Narti di dalamnya. Bagaimana tidak, warung lesehan yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan ini sukses membuat pengunjung sedia dua gelas air minum sebelum bersantap.


tanahnusantara.com

Terlebih menu ini disantap sebagai kuliner malam yang cukup dingin. Menu oseng-oseng Mercon Bu Narti ini cukup disantap dengan nasi putih panas.

Bacaan Lainnya

Entah pedasnya jeroan atau panasnya nasi yang membuat sajian ini akan langsung ludes. Untuk menyantapnya cukup dalam kurun waktu 5 menit. Namun bila dirasa kurang masih banyak menu lain yang bisa dipilih semisal ayam, tahu tempe atau aneka lauk lainnya.

Jeroan atau koyor yang bagi masyakarat kebanyakan kurang disuka bisa disulap Bu Narti menjadi sajian kuliner yang senantiasa nagih. Sepintas lihat tak ada tampilan istimewa selain banyaknya cabai dan lemak yang mengkilat.

Jangan terkecoh dengan penampilan, meski tidak disajikan dengan hiasan yang ‘wah’ tetap saja warung makan sederhana ini tetap diburu. Terlihat dari banyaknya parkir kendaraan disepanjang jalan baik itu roda dua atau roda empat.

Untuk menikmati sajian yang identik bukan Jogja banget ini bisa ditemukan antara pukul 17.00 WIB hingga tengah malam. Saya katakan bukan Jogja banget karena seperti yang diketahui bahwa orang Jogja cenderung memilih makanan yang manis.

Berdasar penuturan si empunya nama oseng-oseng mercon ini diberikan Cak Nun. Budayawan kondang tersebut menjadi langganan warung yang telah ada sejak 1998 tersebut. Biasanya ia tidak datang sendiri tapi turut serta membawa istri atau koleganya.

Dalam satu kali masak biasanya Bu Narti menyiapkan 50 kilogram daging koyor dan 6 kilogram cabai. Namun, khusus di hari libur kadar cabainya ditingkatkan.

Mungkin ia tahu betul bila pas liburan banyak wisatawan datang ke Jogja. Tak ingin memberi kesan yang biasa maka rasa pedasnjya ditingkatkan.

Soal harga tak usah kuatir, warung merakyat ini juga memberikan harga yang ramah kantong. Tapi jangan kaget bila terus nambah karena tak bisa berhenti. Bisa jadi tagihan akan menjadi dua kali lipatnya.

Untuk menemukan tempat ini juga sangat mudah. Bila kebetulan ada di sekitar Malioboro, kawasan Nol Kilometer atau Keraton Jogja cukup meluncur ke arah Jalan Wates. Mungkin hanya butuh waktu tak lebih dari 10 menit akan ketemu warung tenda di sisi kanan jalan.

Selain warung makan ini di Jogja masih banyak tempat berburu kuliner pedas. Asal jeli pasti dengan mudah akan menemukannya terlebih dengan adanya media sosial.

Oh iya bila kamu ingin menjadikan kuliner ini sebagai oleh-oleh bisa lho. Kini telah ada Oseng-Oseng Mercon Bu Narti dalam kemasan kaleng yang mudah disajikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *