Rumah Dome, Dongeng Teletubbies Yang Ada di Jogja

  • Whatsapp

Berkunjung ke Jogja dan ingin menikmati salah satu objek wisata terunik bisa datang ke tempat ini. Objek wisata yang berada di alam pedesaan yang dulunya bukan apa-apa, tapi kini telah disulap menjadi yang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.

rumah dome
instagram.com/jihanbank

Rumah Dome seperti yang ada dalam sebuah film teletubbies hanya ada di Jogja. Tepatnya ada di Desa Nglepen, Kecamatan Prambanan, Sleman, Jogjakarta. Rumah setengah lingkaran ini memiliki diameter 7 meter dan tinggi 4,6 meter.

Bacaan Lainnya

Meski terlihat sempit tapi berkat desain interior yang baik maka ruangan yang ada di dalamnya terlihat lebih luas. Di dalamnya juga terdapat berbagai ruangan seperti rumah pada umumya. Terdapat ruang tamu, kamar tidur, dapur dan kamar mandi.

Tidak hanya itu saja ternyata rumah teletubbies ini memiliki dua lantai dan untuk naik disediakan tangga berputar. Untuk memastikan sirkulasi udara dan pencahayaan baik maka tiap rumah akan memiliki dua pintu dan 4 jendela.

Rumah unik ini dibangun pasca gempa yang melanda Jogja pada 2006 silam. Jumlahnya cukup banyak yakni ada 80 unit yang semua itu diberikan cuma-cuma untuk para korban gempa.

Kini rumah tersebut bukan saja hanya untuk tempat tinggal warga tapi juga digunakan sebagai objek wisata. Maklum saja, bangunan ini menjadi yang pertama di Indonesia sehingga banyak orang yang penasaran dan tertarik untuk melihat lebih dekat.

Yang bikin tambah asik di area pemukiman teletubbies terdapat berbagai sarana untuk melengkapi apa yang ada. Terdapat taman bermain anak, masjid, ruang pameran, klinik kesehatan dan fasilitas lain yang dibutuhkan.

Tak sedikit rombongan yang berasal dari kampus atau sekolah untuk melakukan studi tentang bagaimana konsep rumah dome yang tahan gempa. Mereka tak hanya berasal dari Jogja tapi banyak juga yang berasal dari luar kota.

Untuk menjangkaunya juga sangat mudah. Bila telah sampai Candi Prambanan bisa belok ke kanan mengambil Jalan Prambanan Piyungan hingga sampai di Desa Nglepen, Prambanan.

Yang perlu diperhatikan adalah koordinasi dengan tokoh setempat. Pasalnya untuk bus besar tidak akan bisa masuk hingga ke dalam. Selain itu para pengunjung akan lebih nyaman bila di dampingi pemandu wisata yang tahu betul akan konsep rumah dome.

Sangat disayangkan bukan kalau hanya sekedar melihat-lihat tanpa mengetahui lebih dalam apa dibalik rumah dome.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *