Air Terjun Sidoharjo, Curug Tersembunyi Yang Mengundang Traveller Mania

  • Whatsapp

Kulonprogo yang didominasi wilayah perbukitan menyimpan sejuta pesona. Salah satu yang belum terekspos adalah air terjun Sidoharjo. Nama Sidoharjo yang digunakan untuk memudahkan penyebutan yang hingga kini belum mendapat nama spesifik.

air terjun sidoharjo
gudeg.net

Sesuai dengan namanya, air terjun setinggi 75 meter ini ada di Dusun Gonolangu Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo. Untuk menuju lokasi ini dibutuhkan sedikit perjuangan. Selain lokasinya lumayan jauh dari pusat Kota Jogja, pengunjung juga masih harus melewati area persawahan.

Tempat sekitar air terjun atau yang biasa di sebut curug atau grojogan ini masih sangat alami. Belum ada tanda-tanda setuhan tangan manusia. Semua masih menampakan apa adanya.

Jadi jangan kaget kalau objek wisata ini belum banyak dipenuhi pengunjung. Kesan eksklusif itu jelas ada. Bisa jadi saat berkunjung khususnya pada hari biasa tidak ada orang lain.

Menjadi lokasi menarik bagi mereka yang suka traveling. Terutama medan yang ditawarkan sangat menantang.

Pas untuk orang-orang yang suka ketenangan dan kedamaian. Terlebih bunyi air yang jatuh membuat hati lebih tentram.

Memandang ke area sekitar akan dibuat lebih takjub. Disekitar tempat jatuhnya air terdapat berbagai macam bunga liar yang entah apa namanya.

Terkadang juga masih ada satwa liar mulai dari aneka burung dan monyet ekor panjang. Semua itu tentu tak akan mudah didapat, khususnya mereka yang tinggal diperkotaan.

Untuk menuju tempat ini pengunjung bisa memulai dari Tugu Jogja dan lurus ke barat. Setelah melewati jembatan Progo ada perempatan Kenteng, Nanggulan dan belok kanan. Nanti bila ketemu dengan perempatan Dekso bisa ambil kiri hingga masuk Desa Sidoharjo.

Bagi yang belum pengalaman berburu tempat-tempat yang mblusuk ada baiknya mulai bertanya dari Pasar Dekso. Lokasinya sudah tak jauh lagi, jangan sampai perjalanan akan memakan waktu lebih lama karena tersesat atau salah ambil jalan.

Wisata ke tempat ini juga sangat hemat. Pengunjung baru dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 1.000,- perorang dan Rp 2.000,- untuk satu motor.

Datang ke tempat ini ada baiknya membawa perbekalan. Minimal air mineral karena disekitar lokasi baru ada beberapa orang yang berjualan dan belum tentu setiap saat buka.

Bila berangkat dari arah barat atau Kebun Teh Nglinggo maka pengunjung akan menemukan Taman Bunga Krisan sebelum masuk curug. Lumayan, sekali jalan dapat beberapa objek wisata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *