Ullen Sentalu, Kisah 4 Kerajaan Ada di Sini

  • Whatsapp

Museum Ullen Sentalu menjadi objek wisata yang harus didatangi ketika berkunjung ke Kaliurang. Hal ini karena letaknya berdekatan. Sangat disayangkan bukan, kalau sudah melakukan perjalanan puluhan kilometer dari Jogja hanya dapat satu tujuan.

ullen sentalu
instagram.com/thisissisca

Museum ini terletak di Jalan Boyong Km 25, Kaliurang Barat, Pakem, Sleman, Jogja. Di dalamnya terdapat koleksi 4 kerajaan mulai dari kerjaan Mataram, mulai dari Kraton Jogja, Kraton Surakarta, Kraton Pakualaman dan Kraton Mangkunegaran.

Nama museum yang unik ternyata adalah sebuah padanan kata dalam bahasa Jawa yakni Ulating Blencong Sejatine Tatarane Lumaku. Bila diartikan dalam bahasa Indonesia kira-kira akan menjadi nyala lampu blencong yang digunakan sebagai petunjuk manusia dalam melangkah. Lampu blencong tak lain adalah lampu penerangan dalam pentas wayang kulit.

Koleksinya sangat lengkap sehingga bisa membawa wisatawan untuk seolah-olah ada di jaman kerajaan. Lengkap disini masih terbatas untuk kehidupan para putri raja saja.

Ullen Sentalu sangatlah unik dan menarik. Bukan saja karena letaknya jauh dari pusat kota atau tepatnya ada di bawah Gunung Merapi. Tapi museum ini dibangun dengan memperhatikan struktur tanah sehingga dapat dikatakan ramah lingkungan.

Keunikan lain yang ada yakni para wisatawan dilarang keras untuk mengambil gambar berbagai benda atau koleksi yang ada di dalamnya. Perlu diperhatikan juga bahwa para pengunjung dilarang keras untuk menyentuh benda koleksi apalagi menggesernya.

Harga tiket yang dikenakan cukup mahal untuk ukuran objek wisata di Jogja. Tapi akan terasa sepadan karena pihak pengelola menyediakan tourguide yang akan menjelaskan dan menjawab pertanyaan setiap pengunjung secara detail.

Kesan pertama yang muncul saat berkunjung ke Ullen Sentalu adalah kesan Gothic dan beraroma Eropa. Warna bangunan cenderung gelap dengan warna cokelat dan natural sehingga akan membuat mata adem.

Setelah membeli tiket para pengunjung akan dibawa oleh pemandu museum untuk memulai perjalanan. Ruang pertama yang dituju adalah Gua Selo Giri atau gua buatan yang akan membawa pengunjung pada satu ruang yang berisi gamelan.

Di bagian lorong akan terpasang berbagai foto dan lukisan yang masih ada kaitan dengan keluarga kerajaan dari Dinasti Mataram. Lorong yang ada tidak cukup lebar, jadi bila masuk dalam rombongan besar diharap antri.

Selanjutnya ada Ruang Tineke yang di dalamnya terdapat berbagai karya sastra dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Belanda. Mayoritas sastra yang ada berupa syair dengan kata-kata yang indah.

Tour selanjutnya akan menuju pada runag koleksi batik. Batik yang ada selain batik kraton ada juga batik pesisiran. Perbedaan umum yang terlihat adalah batik pesisir memiliki motif dan warna yang lebih variatif.

Menurut berbagai sumber diketahui bahwa hal itu terjadi karena di pesisir banyak terjadi aktifitas masyarakat dari berbagai kalangan sehingga lebih berani dalam bereksplorasi.

Yang tak boleh terlewatkan adalah Ruang Putri Dambaan dimana di dalamnya terdapat benda koleksi Gusti Nurul Koesoemawardhani. Ia adalah putri tercantik dari kerajaan Mataram yang memiliki hobi berkuda dan terkenal tegas menolak poligami dalam sebuah keluarga.

Lelah berjalan jangan kuatir, karena para pengunjung akan diberikan minuman segar dan menyehatkan berupa ramuan tradisional dengan 7 bahan alami. Setelah minum para wisatawan akan kembali diajak berjalan untuk menyusuri tiap lorong dan melihat sejarah lebih dekat.

Pada akhir perjalanan, silakan nikmati berbagai souvenir yang dijual. Bila lapar juga tak perlu kuatir, ada restoran Beukenhof yang siap menyambut wisatawan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *