Home Wisata Desa Wisata Kelor, Gudang Outbond Di Lereng Gunung Merapi

Desa Wisata Kelor, Gudang Outbond Di Lereng Gunung Merapi

1 169

Wisata atau refreshing tak melulu harus ke mall atau pantai. Ada baiknya mencoba sesuatu hal yang baru dan salah satunya tentu saja outbond di desa wisata.

desa wisata kelor

blogslemankota.blogspot.co.id


Selain melatih kekompakan dan kerja sama tim sarana ini dapat juga me-refresh pikiran dan menyehatkan. Diantara berbagai lahan outbond yang ada di Jogja, Desa Wisata Kelor mungkin menjadi salah satu pilihan terbaik.

Desa wisata berbasis alam pedesaan ini mudah dijangkau dari pusat kota Jogja. Bahkan bila ingin backpacker dengan modal angkutan umum pun telah tersedia karena telah ada angkot yang melintasinya.

Perjalanan bisa di mulai dari Terminal Giwangan atau Terminal Jombor. Tugas pertama tentu saja mencari angkutan yang menuju Pasar Sleman. Dari sini kemudian bisa naik angkot D2 atau menggunakan jasa ojek menuju Desa Wisata Kelor.

Selain tersedia fasilitas yang sangat lengkap lokasi yang berada di kaki Gunung Merapi tentu menawarkan kesejukan. Sesuatu yang kini banyak di cari di tengah kehidupan kota yang panas dan penat.

Untuk memaksimalkan agenda liburan di Desa Wisata Kelor yang berada di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman ini ada baiknya ambil paket 2 hari 1 malam, tepatnya di malam bulan purnama. Hari pertama ada baiknya ber-outbond ria dari pagi hingga sore dengan menjajal semua wahana yang ada.

Di kala malam jangan lupa menikmati aneka permainan tradisional di bawah pancaran sinar bulan. Sebelum tidur kegiatan yang banyak dinanti tentu saja jurit malam.

Selain uji nyali kegiatan ini mampu meninggalkan kenangan mendalam bagi peserta. Jadi sangat disayangkan bila berlibur ke Desa Wisata Kelor tidak mencicipinya.

Tempat menginappun bisa memilih, bisa di Rumah Joglo yang usianya ratusan tahun, rumah penduduk atau mendirikan tenda di camping ground. Pas bukan mengingat banyak orang memiliki selera tempat istirahat yang berbeda-beda.

Kuliner unik yang bisa di nikamti tentu saja nasi pondoh dan tempe bacem yang dimasak dengan cara tradisional. Rasa gurih dari nasi dan tempe bacem yang manis memberi citarasa khas Jogja.

Tak lupa kala menyantapnya dalam kondisi hangat beralaskan dedaunan. Semua itu tentu saja akan sangat susah di dapat diperkotaan.

Dihari kedua yang harus dilakukan adalah keliling kampung menggunakan sepeda onthel. Menikmati keindahan alam dengan segala aktifitas petani tentu memberi nuansa berbeda.

Kalau perlu tak perlu ragu untuk turun dan bercengkerama dengan mereka. Tak ada salahnya juga untuk beraktifitas layaknya petani.

Dan agenda terakhir yang harus dicoba tentu saja susur sungai. Disisi timur Desa Wisata Kelor terdapat sungai yang masih jernih jadi tak perlu takut tercemar.

Butuh waktu sekitar 2 jam untuk susur sungai sepanjang lebih kurang 1.5 kilometer. Namun jangan kuatir, panjangnya lintasan tidak akan terasa karena adrenalin akan terpacu.

Selain Desa Wisata Kelor di Jogja terdapat puluhan desa wisata yang bisa disambangi. Namun dari sekian banyak yang ada minimal beberapa desa wisata ini bisa menjadi referensi terbaik.

Memulai menulis sejak 2004 dengan bergabung pada pers kampus Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Setelah lulus melanjutkan pengalaman menulis di Tribun Lampung Kompas Gramedia. Saat ini kegiatan sehari-hari selain menulis untuk kanaljogja.com juga masih menulis untuk beberapa media online lainnya.

1 COMMENT

Leave a Reply