14 Desa Wisata Paling Populer di Jogja

  • Whatsapp

9.    Desa Wisata Glagah

pantai glagah
instagram.com/gharsina_hh

Selama ini mungkin ketika orang menyebut objek wisata Glagah maka yang akan terbersit adalah pantai yang indah. Ternyata selain pantai di Glagah juga terdapat desa wisata yang sangat menawan.

Bacaan Lainnya

Sangat disarankan ketika berkunjung ke Pantai Glagah untuk mampir ke desa wisata ini. Kalaupun tidak ingin bermalam cukuplah menikmati sepoi-sepoi angin sambil menikmati buah naga. Jangan lewatkan pula alunan gamelan yang akan menenangkan hati.

Bila ingin suasana yang garang di Glagah juga sering diadakan kegiatan offroad baik untuk mobil atau motor. Sangat menegangkan tentunya berada dianatara kerumunen deru kuda besi yang memekakkan telinga.

10.    Desa Wisata Candran

desa wisata candran
instagram.com/wakmokder

Desa Wisata Chandran berada di Desa Kebon Agung, Kecamatan Imogiri, Bantul mampu menghadirkan sesuatu yang natural dalam arti semua yang ada dan terjadi adala bagian dari kehidupan masyarakat sekitar. Tak salah bila desa ini mendapat julukan kampung tani internasional.

Selain itu masih ada Museum Tani Jawa Indonesia yang menghadirkan segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia pertanian. Benda-benda yang ada di museum rata-rata lebih dari setengah abad dan milik warga sendiri.

Koleksinya lengkap sehingga bisa mengenalkan kepada para wisatawan bahwa bertani juga memiliki nilai seni yang tinggi.

Sama seperti desa wisata lain selain mengajak para wisatawan untuk “nyemplung” ke sawah mereka juga bisa belajar membatik. Puncak kunjungan terjadi pada bulan September saat digelar festival orang-orangan sawah.

11.    Desa Wisata Kembang Arum

desa wisata kembang arum
instagram.com/mbak lolly

Berkunjung ke Desa Wisata Kembang Arum dapat membuat siapapun tambah pintar. Hal ini karena desa wisata ini memiliki moto, “Anda Datang Senang Pulang Tambah Pintar.”

Lokasi objek wisata menarik ini ada di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman. Untuk menemukannya cukup mudah meski harus menempuh perjalanan selama 45 menit karena letaknya berada di jalur menuju Gunung Merapi. Desa wisata ini tertata lebih rapi dan terkonsep daripada desa-desa yang ada di sekitarnya.

Di tempat ini para peserta bisa belajar langsung dari alam dan mereka belajarnya pun akan langsung bersinggungan dengan alam. Banyak permainan tradisional bisa ditemukan ditempat ini. Melukis alam, khususnya melukis Gunung Merapi menjadi salah satu agenda yang tak boleh terlewatkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar